EPS23 #RAMADHAN BARENG UHA | AKHIRAT DI HATI DUNIA DI GENGGAMANvideo by : Shift Media Langsung ke isi utama. AtmaGo Beranda. Cari Cari. Cari. Masuk Daftar Masuk. Beranda Komunitas Tulis post Notifikasi Profil. Bergabunglah dengan warga di sekitarmu dan berbagi informasi tentang lingkunganmu agar menjadi lebih baik!
Diantara bentuk ketaatan yang bisa menjadi tambahan amal saleh yang disunnahkan di hari Jumat adalah: โข Memerbanyak Selawat โข Memerbanyak Zikir โข Membaca surat al-Kahfi โข Memerbanyak Doa, terutama antara Ashar sampai terbenamnya matahari. โข Bersedekah. Asy Syaikh Zaid bin Muhammad bin Hadi al Madkhali rahimahullah berkata:
Dunia akan meninggalkan kita dan akhirat akan menghampiri kita. Masing-masing memiliki anak-anak. Jadilah kalian anak-anak akhirat, jangan menjadi anak-anak dunia. Hari ini di dunia hanya ada amal tanpa hisab tetapi esok di akhirat kelak yang ada adalah hisab tanpa amal." (HR. Bukhori).
LetakkanDunia Di Tangan Akhirat Di Hati. Doa Abu Bakar r.a: "Jadikanlah kami kaum yang memegang dunia dengan tangan kami, bukan hati kami.". Dan doa sahabat Umar Al-Khattab: "Ya Allah, tempatkanlah dunia dalam genggaman tangan kami dan jangan kau tempatkan ia di lubuk hati kami.". Sesusah mana pun seseorang itu menjalani kehidupan di
Gambardiambil 1 September 2020. (REUTERS/Akhtar Soomro) Jakarta (ANTARA) - Tinder, layanan kencan daring, mengurungkan rencananya untuk membawa kencan daring ke dunia metaverse akibat bisnisnya yang akhir-akhir ini melesu. Kabar itu disusul dengan mundurnya sang CEO yaitu Renate Nyborg yang bahkan belum genap setahun menjabat sebagai pemimpin
Eps10 Pendekar Sakti Im Yang Karya Rajakelana "cici. . ! jika tawaran suhengku cici tolak lalu kenapa pula tawaranku cici tolak!, apakah kami ini tidak pantas cici !?" Gugup can-hang-bi
Cukuplahdunia dalam genggaman, dan akhirat di dalam hati. #tausiyah #motivasiislami #kelaskangawin #kelasmentoringgratis
jpYYG. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Sesusah-susahnya orang menjalani hidup di dunia, dia tetap saja merasa betah tinggal di dalamnya. Saat orang ditawari untuk mati saat ini juga, dia pasti berfikir dua kali untuk meng-iyakannya. Hidup di dunia memang betah. Menikmati tarikan nafas dari udara yang gratis, masih diberi enak makan dan nyenyak tidur, sehat fisik, apalagi kalau diberikan berbagai kemudahan dari rezeki duniawi. Uang banyak, harta berlimpah, istri cantik dan anak-anak yang shaleh shalehah. Tapi pernahkah kita berfikir bahwa hidup di dunia ini hanyalah sementara saja. Hanya mampir ngombe kalau istilah Jawa. Sehingga segala sesuatu yang menempel dengan urusan duniawi pun hanyalah sementara. jabatan, pangkat, keberlimpahan harta, semuanya sementara. Pada akhirnya tak ada yang akan kita bawa jika maut datang menghampiri kita. Hanyalah selembar kain kafan saja dan amal kebaikan yang akan setia menemani kita. Istri dan anak-anak yang sangat kita cintai, tak akan pernah mau menemani kita masuk liang lahat, koleksi rumah mewah, kendaraan mahal, emas intan permata, semuanya akan kita tinggalkan. Semuanya pergi, semuanya meninggalkan kita. Semuanya tak akan ada yang mampu menolong dan menyelamatkan kehidupan kita selanjutnya pasca masuk melalui pintu kematian. Jadi letakkanlah dunia di tanganmu jangan di hatimu. Dunia yang ada di dalam genggaman tangan, akan menjadikan kita tidak terjebak pada sikap terlalu mencintai dunia. Tak akan terjerembab pada laku culas dan kerakusan yang sangat, sehingga menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya. Dunia yang diletakkan di dalam genggaman tangan, akan menjadi wasilah kebermaknaan dan kemanfaatan bagi mahluk Tuhan yang lain. Dia akan banyak berterima-kasih pada Tuhan dan sesama manusia lainnya. Saat ia menerima, dia akan segera kasih kepada orang lain, peduli dengan sesama. Terima....Kasih..! Terimaa...Kasih..! begitulah satu ungkapan kalimat yang sering kita katakan. "terima kasih". Dia tidak akan berlaku layaknya fir'aun dan qorun yang hobinya mengumpul-ngumpul harta, hingga kunci lemari dan gudangnya pun harus diangkut oleh unta. Dia tidak akan sekali-kali meletakkan dunianya di dalam hati. Orang yang meletakkan dunia di dalam hati, akan selalu banyak merasa kehilangan, jika hartanya berkurang walau sedikit. Dia akan segan dan sayang untuk berbagi pada sesama, untuk memberi kemanfaatan bagi manusia yang lainnya. Dia akan merasakan sakit, pikiran tegang dan tak akan pernah merasa tenang dalam segala keberlimpahannya. Ketakutan akan senantiasa menderanya. takut di rampok orang, takut didatangi orang yang meminta sumbangan, takut ditangkap oleh aparat negara, takut kekayaannya hilang dari kehidupannya. Dia akan sangat takut miskin, dan pada akhirnya berharap akan hidup selamanya, takut akan datangnya kematian. Kemalangan apa yang lebih dalam, selain hati yang diliputi oleh urusan duniawi yang melalaikan. Hati yang sibuk dengan urusan dunia. Hati yang dipenuhi kecintaan terhadap dunia dan membenci kematian, hubbud dunya wa karahiatul maut. Letakkanlah dunia dalam genggaman tangan, jangan letakkan dunia di dalam hati. Lihat Filsafat Selengkapnya
0% found this document useful 0 votes2 views22 pagesOriginal TitleDunia di Genggaman, Akhirat di HatiCopyrightยฉ ยฉ All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes2 views22 pagesDunia Di Genggaman, Akhirat Di HatiOriginal TitleDunia di Genggaman, Akhirat di HatiJump to Page You are on page 1of 22 You're Reading a Free Preview Pages 6 to 11 are not shown in this preview. You're Reading a Free Preview Pages 15 to 20 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
๏ปฟOleh Ustadz Ammi Nur Baits Bismillah was shalatu was salamu ala Rasulillah, wa baโdu, Dunia hanya di tangan, tidak di hati Seperti itulah dunia di mata para sahabatโฆ sehingga mereka menjadi manusia yang paling zuhud, mekipun mereka memiliki kekayaan yang sangat banyak. Ibnul Qoyim mengatakan, ูุงูุฃุตู ูู ูุทุน ุนูุงุฆู ุงูุจุงุทู ุ ูู
ุชู ูุทุนูุง ูู
ุชุถุฑู ุนูุงุฆู ุงูุธุงูุฑ ุ ูู
ุชู ูุงู ุงูู
ุงู ูู ูุฏู ูููุณ ูู ููุจู ูู
ูุถุฑู ููู ูุซุฑ ุ ูู
ุชู ูุงู ูู ููุจู ุถุฑู ููู ูู
ููู ูู ูุฏู ู
ูู ุดูุก Prinsipnya adalah memutus hubungan dengan batin. Ketika orang telah berhasil memutusnya, kondisi lahiriyah tidak akan mempengaruhinya. Sehingga selama harta itu hanya ada di tanganmu, dan tidak sampai ke hatimu, maka harta itu tidak akan memberikan pengaruh kepadamu, meskipun banyak. Dan jika harta itu bersemayam di hatimu, maka dia akan membahayakan dirimu, meskipun di tanganmu tidak ada harta sedikitpun. Madarijus Salikin, hlm. 465. Ibnul Qoyim menyebutkan riwayat dari Imam Ahmad, Ada orang yang bertanya kepada Imam Ahmad, ุฃูููู ุงูุฑุฌู ุฒุงูุฏุง ุ ูู
ุนู ุฃูู ุฏููุงุฑุ Apakah seseorang bisa menjadi zuhud, sementara dia memiliki 1000 dinar? Jawab beliau, ูุนู
ุนูู ุดุฑูุทุฉ ุฃูุง ููุฑุญ ุฅุฐุง ุฒุงุฏุช ููุง ูุญุฒู ุฅุฐุง ููุตุช ุ ูููุฐุง ูุงู ุงูุตุญุงุจุฉ ุฃุฒูุฏ ุงูุฃู
ุฉ ู
ุน ู
ุง ุจุฃูุฏููู
ู
ู ุงูุฃู
ูุงู Betul, dengan syarat, dia tidak merasa bangga ketika hartanya bertambah dan tidak sedih ketika hartanya berkurang. Karena itulah, para sahabat menjadi generasi paling zuhud, meskipun mereka memiliki banyak harta. Pertanyaan semisal juga pernah disampaikan kepada Sufyan at-Tsauri, ุฃูููู ุฐู ุงูู
ุงู ุฒุงูุฏุง ุ Apakah orang yang kaya bisa menjadi zuhud? Jawab Imam Sufyan, ูุนู
ุ ุฅู ูุงู ุฅุฐุง ุฒูุฏ ูู ู
ุงูู ุดูุฑ ุ ูุฅู ููุต ุดูุฑ ูุตุจุฑ Betul, jika dia bisa menjadi orang yang apabila hartanya bertambah, dia bersyukur, dan jika hartanya berkurang, dia tetap bersyukur dan bersabar. Madarij Salikin, hlm. 466. Ibnul Qoyim melanjutkan, Memutus hubungan agar dunia tidak berada di hatinya, akan semakin terpuji apabila itu dilakukan karena 2 alasan, [1] Karena kekhawatiran itu bisa membahayakan agamanya. [2] Ketika dia merasa tidak ada maslahat besar di sana. Dunia yang Kita Butuhkan, Layaknya Toilet Semua orang butuh toiletโฆ butuh tempat buang air.. namun tidak ada orang yang mencintai toilet. Mereka hanya akan menggunakannya ketika mereka butuh, tanpa harus mencintainya. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, ุซู
ููุจุบู ูู ุฃู ูุฃุฎุฐ ุงูู
ุงู ุจุณุฎุงูุฉ ููุณุ ููุจุงุฑู ูู ูููุ ููุง ูุฃุฎุฐู ุจุฅุดุฑุงู ูููุนุ ุจู ูููู ุงูู
ุงู ุนูุฏู ุจู
ูุฒูุฉ ุงูุฎูุงุก ุงูุฐู ูุญุชุงุฌ ุฅููู ู
ู ุบูุฑ ุฃู ูููู ูู ูู ุงูููุจ ู
ูุงูุฉ Hendaknya orang itu mengambil harta dengan jiwa yang tidak bernafsu, agar hartanya diberkahi. Dan tidak mengambilnya dengan menggebu-gebu dan perasaan takut kurang. Namun harta di sisinya seperti toilet, yang dia butuhkan, tanpa ada posisi sedikitpun di dalam hatinya. Az-Zuhd wal Waraโ, Syaikhul Islam, hlm. 75 Belajar Zuhud Terhadap Duniaโฆ Zuhud itu amal hati. Belajar zuhud berarti mengendalikan suasana hati meniru kondisi manusia zuhud di masa silamโฆ ada 3 hal yang bisa kita suasanakan, Pertama, hendaknya seorang hamba lebih meyakini apa yang ada di tangan Allah, dari pada apa yang ada di tangannya. Allah menjanjikan kebaikan dunia akhirat bagi mereka yang bertaqwa kepada-Nya. Sehingga ketika dia melihat dunia, dia tidak silau dan memandang janji Allah lebih hebat dibandingkan yang dia lihatโฆ Ketika Nabi Sulaiman alaihis shalatu was salam menerima hadiah dari ratu Sabaโ, berupa harta yang sangat banyak, beliau sama sekali tidak terheran, dan beliau mengatakan, ููุงูู ุฃูุชูู
ูุฏููููููู ุจูู
ูุงูู ููู
ูุง ุขูุชูุงูููู ุงูููููู ุฎูููุฑู ู
ูู
ููุง ุขูุชูุงููู
ู ุจููู ุฃูููุชูู
ู ุจูููุฏููููุชูููู
ู ุชูููุฑูุญูููู Sulaiman berkata, Apakah kalian akan menyogokku dengan harta, padahal apa yang diberikan Allah kepadaku, lebih baik dibandingkan apa yang kalian berikan. Namun kalian merasa bangga dengan hadiah kalian.โ QS. an-Naml 36. Sufyan bin Uyainah bercerita, Khalifah Hisyam bin Abdul Malik pernah menemui Salim bin Abdullah bin Umar. Hisyam menawarkan, โWahai tuan Salim, silahkan minta kepadaku apa yang anda butuhkan.โ Jawab Salim, ุฅููููู ุฃูุณูุชูุญูู ู
ููู ุงูููููู ุชูุจูุงุฑููู ููุชูุนูุงููู ุฃููู ุฃูุณูุฃููู ููู ุจูููุชู ุงูููููู ุบูููุฑู ุงูููููู โAku malu kepada Allah Taโala, untuk meminta di rumah-Nya kepada selain Allah.โ Lalu Salim keluar dari masjid dan diikuti oleh Hisyam. Kata Hisyam, ุงูุขูู ููุฏู ุฎูุฑูุฌูุชู ููุณูููููู ุญูุงุฌูุฉู โSekarang anda sudah di luar baitullah. Silahkan minta kebutuhan anda kepadaku..โ Tanya Salim, ู
ููู ุญูููุงุฆูุฌู ุงูุฏููููููุง ุฃูู
ู ู
ููู ุญูููุงุฆูุฌู ุงูุขุฎูุฑูุฉู ุ โKebutuhan dunia atau kebutuhan akhirat?โ โKabutuhan dunia.โ Jawab Hisyam. Jawab Salim, ุฃูู
ูุง ููุงูููููู ู
ูุง ุณูุฃูููุชู ุงูุฏููููููุง ู
ููู ููู
ูููููููุง ูููููููู ุฃูุณูุฃููู ู
ููู ูุง ููู
ูููููููุง โDemi Allah, aku tidak ingin meminta dunia kepada Dzat yang memilikinya, lalu bagaimana mungkin aku memintanya kepada orang yang tidak memilikinya?โ Masyikhah Ibn Jamaah Ini bisa dilakukan dengan membangun keyakinan mendalam tentang bagaimana Allah memberikan rizki kepada para hamba-Nya, serta janji besar yang Allah berikan kepada para hamba-Nya yang bertaqwa. Kedua, hendaknya seorang hamba berusaha bersabar ketika mendapat musibah yang mengurangi hartanya atau peluang bisnisnya, dst. Dia mengharap kepada Allah dari musibah yang dia alami. Sehingga berkurangya sebagian dunianya, sama sekali tidak merasa kehilangan. Bagi dia, hartanya bertambah atau berkurang, itu sama sajaโฆ Ketika para sahabat berhijrah ke Madinah, meninggalkan kota Mekah, diantara tantangan yang harus mereka hadapi adalah mereka harus siap jadi miskin. Disamping mereka tidak mungkin membawa banyak harta, orang musyrikin Quraisy tidak rela ketika kaum muslimin pergi meninggalkan Mekah dengan membawa banyak hartanya. Tapi bagi para sahabat, itu konsekuensi membela imanโฆ meskipun harus menerima kerugian dunia. Ketiga, bagi dia, orang yang memuji maupun yang mencela dirinya adalah sama, selama dia di atas kebenaran. Ini menunjukkan, dia tidak mencintai dunia. Karena karakter pecinta dunia, dia senang dipuji, dan berat jika dicela. Yang ini bisa menjadi pemicu baginya untuk melanggar larangan Allah karena khawatir dicela. Atau melakukan maksiat, dengan harapan bisa mendapatkan perhatian dari manusia. Ketika orang yang memuji dan mencela sama di hadapannya, berarti dia tidak mempedulikan apa komentar makhluk. Hatinya dipenuhi dengan mencintai Allah, dan berjuang menggapai ridha-Nya, apapun komentar manusia kepadanya. Dikutip dari buku Hakadza Kana as-Shalihun, Khalid Husainan, hlm. 46-47 Allahu aโlam didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia. Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR. SPONSOR hubungi 081 326 333 328 DONASI hubungi 087 882 888 727 REKENING DONASI BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 YAYASAN YUFID NETWORK KLIK GAMBAR UNTUK MEMBELI FLASHDISK VIDEO BELAJAR IQRO, ATAU HUBUNGI +62813 26 3333 28
dunia di genggaman akhirat di hati